Breaking News
Home ~ Berita LDII Malang ~ Khofifah: Hanya LDII Yang Pegang Teguh Pentingnya Ketahanan Keluarga
Khofifah: Hanya LDII Yang Pegang Teguh Pentingnya Ketahanan Keluarga

Khofifah: Hanya LDII Yang Pegang Teguh Pentingnya Ketahanan Keluarga

IMG_8084

MALANG – Warga LDII patut berbangga karena telah mendapatkan penghargaan yang besar dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa dalam Pengajian Keputrian LDII Se-Malang Raya Jum’at (4/8) kemarin. Penghargaan tersebut berupa pujian bahwa selama tahun demi tahun karirnya, hanya warga LDII yang istiqomah dan memegang teguh pentingnya ketahanan keluarga. Dia menjelaskan, masyarakat Indonesia harus berterimakasih pada LDII karena perannya yang luar biasa dalam mengingatkan sesama mengenai peran ketahanan keluarga. Bahwa tidak hanya ibu yang memiliki peran penting, namun juga bapak yang menguatkan serta anak yang diasuh dengan baik. Kalimat ini tentu disambut dengan gemuruh tepuk tangan dari 675 orang peserta pengajian yang berasal dari kalangan ibu-ibu dan remaja putri.

Peran seorang ibu dalam mendidik anak dinilai paling penting demi terwujudnya generasi bangsa yang berkualitas. Wanita dituntut untuk cerdas sebelum menjadi madrasah bagi putra-putrinya, diharuskan bisa banyak hal sebelum mengajarkan pada keturunannya. Statement inilah yang saat ini masih dipegang teguh oleh Indonesia, sehingga menurut suvey, menjadikan negara ini sebagai negara Fatherless ketiga di dunia. Yakni, negara yang cenderung mengutamakan peran ibu dalam keluarga, sedangkan bapak sebagai kepala keluarga dikesampingkan bahkan cenderung tidak ikut campur. Menurut Khofifah, hal ini sama sekali salah karena ketahanan keluarga membutuhkan peran serta kedua orang tua dan anak-anak mereka. “Miris rasanya, ketika kita yang berada di negara Fatherless, menganggap peran ibu/wanita adalah paling penting, tapi banyak kasus perceraian rumah tangga dimana suami digugat oleh istrinya. Alasannya beragam, mulai dari perdebatan referensi keteladanan bagi anak, faktor ekonomi sampai perbedaan pandangan politik,” tutur Khofifah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama ini.

Dia melanjutkan, seiring berkembangnya jaman, kondisi rumah tangga dan keluarga Indonesia mulai mengkhawatirkan. Komunikasi verbal maupun substantif antar anggota keluarga telah banyak berkurang. Alasannya, orang tua yang terlalu sibuk, atau anak-anak yang tidak diasah rasa empatinya, masih banyak lagi, tidak bisa disalahkan satu pihak saja. Pesan Khofifah pada seluruh orang tua dan remaja LDII, dalam sebuah keluarga, ayah dan ibu harus bekerjasama untuk menanamkan ilmu aqidah, syariah dan akhlak pada anak-anak mereka. “Bagaimanapun juga, keluarga adalah bagaimana menjadikan ayah ibu dan anak menjadi kesatuan yang harmonis. Hubungan suami istri harus kokoh, agar bisa berhasil menjadi contoh. Saya harap, sepulang dari pengajian ini, ibu-ibu dapat meningkatkan kerjasama dengan suami dan anak-anak,” pungkasnya.

Pengajian keputrian yang diadakan oleh DPD LDII Kota Malang di Masjid Roudhotul Jannah Kecamatan Sukun, Kota Malang ini juga dihadiri oleh Ketua DPW LDII Jawa Timur, Drs. Ec. H. M. Amien Adhy. Di pembuka acara, Amien memaparkan harapannya pada Khofifah untuk dapat lebih dekat dengan warga LDII, dan bersedia diundang dalam seminar parenting suami istri yang rencananya akan digelar oleh DPW LDII Jawa Timur. Tawaran ini pun ditanggapi dengan senang dan tegas. Khofifah mengatakan, ia siap dan sangat bersedia untuk berbagi ilmunya bersama warga LDII di lain kesempatan. (/nabilla)

About Ldii Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Timber by EMSIEN 3 Ltd BG