Breaking News
Home ~ BERITA ~ LDII Utamakan Pembinaan Menghapal Al-Qur’an Sejak Usia Dini
LDII Utamakan Pembinaan Menghapal Al-Qur’an Sejak Usia Dini

LDII Utamakan Pembinaan Menghapal Al-Qur’an Sejak Usia Dini

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai salah satu ormas islam di Indonesia, memiliki andil dalam menjaga kualitas generasi penerus bangsa. Pembinaan akhlak dan pemantapan pendidikan agama sejak usia dini menjadi senjata utama bagi LDII. Salah satunya adalah pembinaan menghapal atau Tahfidzul Al-Qur’an yang dianggap sangat ampuh untuk menjaga pemuda pemudi LDII dari pergaulan kurang baik. Hal ini dibenarkan oleh Dewan Penasihat DPD LDII Kota Malang KH. Suwono Romli dalam pengajian rutin yang diselenggarakan setiap bulannya, Minggu (14/1) lalu.

IMG-20180227-WA0016

“Menghapalkan Al-Qur’an sangat banyak kebaikannya. Tidak hanya berpahala besar, namun juga sebagai sarana menyibukkan diri bagi pemuda pemudi LDII agar tidak terpengaruh dampak negatif dari pergaulan bebas. Sejak dini, kami memberikan pembinaan agar ilmu menghapal Al-Qur’an dapat diterima dengan maksimal dan dapat diamalkan saat dewasa,” ungkap pemilik nama sapaan Abah Wono ini. Ketika menjadi seorang penghapal Al-Qur’an, sambungnya, seseorang akan sibuk dengan menmbaca, mengingat dan menghayati ayat-ayat suci tersebut. Kepribadian dan hatinya pun akan senantiasa mengingat ayat Al-Qur’an sehingga tidak terlena dengan pengaruh pergaulan bebas. Inilah yang menjadi kunci diutamakannya pembinaan menghapal Al-Qur’an oleh LDII pada pemuda dan pemudinya.

Kegiatan yang bertempat di Masjid Al-Muflikhun, Sudimoro, Kota Malang ini dihadiri oleh 1.308 orang dari berbagai wilayah Kota Malang. Di sela-sela pengajian, turut hadir delapan pemuda pemudi LDII yang masih berusia belasan tahun namun telah banyak menghapalkan ayat suci Al-Qur’an. Saat mereka membacakan surat hapalan mereka, seluruh peserta pengajian mendengarkan dengan khusu’. Beberapa diantara mereka juga menyimak dari Al-Qur’an yang dibawa masing-masing.

Salah satu pemuda LDII yang tampil saat pengajian, Muhammad Khabib, menceritakan perjuangannya dalam menghapal Al-Qur’an. “Ya lumayan sulit, tapi sangat semangat. Kalau pagi kan sekolah, sorenya mengaji, kadang-kadang ada PR, belum lagi pas pengen main sepak bola sama temen-temen. Alhamdulillah keluarga dan teman-teman mendukung, jadi bisa lancar menghapalnya,” ungkap pemilik nama sapaan Khabib ini. Meskipun baru berusia 10 tahun, Khabib sudah mampu menghapalkan sebanyak 4 juz ayat suci Al-Qur’an.

Menekankan pembinaan menghapal Al-Qur’an sejak usia dini, bukan berarti LDII tidak memperhatikan kalangan selain pemuda pemudi. Remaja yang menginjak masa dewasa, serta para orang tua pun juga turut menjalani program Tahfidzul Al-Qur’an secara rutin. “Tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu, apalagi menghapal Al-Qur’an. Kami mengimbau agar seluruh kalangan menyemangati dirinya sendiri untuk mampu menjadi tahfidzul Qur’an, tanpa perlu mengejar harus hapal seberapa banyak. Yang penting ada kemauan dan niat baik, sudah berpahala,” tutup Abah Wono. Pengajian rutin yang diadakan satu bulan sekali oleh DPD LDII Kota Malang ini ditutup dengan doa bersama pada pukul 11:30 WIB. Kedepannya, Abah Wono berharap, semakin banyak warga LDII yang mampu mengikuti pembinaan menghapal Al-Qur’an dengan baik dan turut menjaga kualitas generasi penerus bangsa. (/bella&nabila)

About Ldii Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Timber by EMSIEN 3 Ltd BG